Salah satu keunggulan menarik dari Affinity Designer adalah workflow-nya yang praktis. Jika pada ekosistem Adobe Anda mungkin perlu menggunakan Adobe Illustrator untuk membuat atau mengedit desain vector dan Adobe Photoshop untuk melakukan manipulasi atau pengeditan gambar raster, Affinity memungkinkan kedua jenis pekerjaan tersebut dilakukan dalam satu aplikasi.

Affinity Designer memiliki sistem yang memungkinkan pengguna berpindah antara lingkungan kerja Vector dan Pixel. Artinya, Anda bisa membuat objek vector, kemudian langsung melakukan pengeditan berbasis pixel tanpa harus membuka aplikasi lain.

Hal ini tentu sangat praktis, terutama untuk pekerjaan seperti pembuatan:

  • Logo

  • Ilustrasi

  • Poster

  • Konten media sosial

  • Desain merchandise

  • Mockup sederhana

  • Manipulasi gambar yang dikombinasikan dengan elemen vector

Misalnya, Anda sedang membuat sebuah ilustrasi karakter. Anda dapat membuat bentuk dasar karakter menggunakan tool vector, mengatur node, warna, stroke, dan berbagai elemen grafis lainnya. Setelah itu, Anda bisa berpindah ke mode pixel untuk menambahkan tekstur, efek brush, bayangan, atau melakukan pengeditan berbasis raster pada elemen tertentu.

Dengan workflow seperti ini, proses kerja menjadi lebih ringkas karena tidak perlu bolak-balik membuka aplikasi yang berbeda hanya untuk mengerjakan dua jenis kebutuhan desain.

Namun, perlu dicatat bahwa Affinity bukan berarti secara langsung menggantikan seluruh kemampuan Adobe Illustrator dan Photoshop secara penuh. Untuk pekerjaan yang sangat kompleks atau membutuhkan fitur tertentu dari Adobe, aplikasi Adobe tentu masih memiliki keunggulannya masing-masing.

Meski begitu, bagi banyak desainer, Affinity menjadi alternatif yang menarik karena menawarkan workflow desain yang lebih praktis. Dalam satu aplikasi, Anda dapat menggabungkan kekuatan desain vector dan pengeditan berbasis pixel, sehingga proses kreatif bisa terasa lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada banyak software sekaligus.